Perang Dunia 3 mulai Mendekat?

Research on World war 3 and Armageddon

Pertempuran Hari Kiamat untuk mendirikan era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia

Definisi (Arti) Hari Kiamat: Pertempuran non-fisik/ halus (tak kasat mata) dengan proporsi malapetaka antara kebaikan dan kejahatan di akhir sebuah era.

Abstraksi:

Tanpa diketahui oleh sebagian besar dari kita, dunia sedang berada di tengah-tengah pertempuran halus (tak kasat mata) antara kebaikan dengan kejahatan yang juga dikenal sebagai Hari Kiamat. Hal ini sedang diperjuangkan terutama dalam dimensi non-fisik/ halus di semua wilayah alam semesta termasuk Bumi.Sebagian kecil dari pertempuran ini, yang pada akhirnya terjadi pada alam fisik akan memiliki konsekuensi-konsekuensi berupa bencana besar di Bumi. Terdapat kemungkinan untuk mencegah atau setidaknya mengurangi efek dari Hari Kiamat ini pada umat manusia, jika kita melakukan praktik spiritual yang sesuai dengan keenam prinsip-prinsip dasar dari praktik spiritual.

Catatan: Untuk memahami artikel ini anda disarankan untuk membaca artikel-artikel berikut:

1. Sattva, raja dan tama, Ketiga komponen-komponen dasar non-fisik/ halus (tak kasat mata) yang membentuk Alam Semesta
2. Pertempuran kebaikan dan kejahatan

1. Pendahuluan tentang pertempuran Hari Kiamat

Dunia telah mengalami kecenderungan akan bencana-bencana alam, kegiatan-kegiatan teroris, perang dan gejolak-gejolak politik yang semakin meningkat belakangan ini. Tidak ada jeda terhadap kecenderungan ini atau tanda-tanda akan melambatnya hal-hal di atas. Cukup banyak dari kita mungkin merasa tidak berdaya ketika kita melihat dunia kita terjerumus dalam bahaya yang tak terkendali, ke arah zaman yang lebih sulit lagi. Sejumlah peramal seperti Nostradamus, Edgar Cayce dll telah memperkirakan masa-masa pergolakan dan kesusahan dengan proporsi-proporsi yang dahsyat. Terdapat juga banyak pembicaraan mengenai pertempuran antara kekuatan-kekuatan baik dan jahat yang akan terjadi di sekitar waktu kita hidup.

Kami melakukan penelitian spiritual untuk mengeksplorasi peristiwa-peristiwa tersebut dalam dimensi non-fisik/ halus (tak kasat mata), di balik kecenderungan-kecenderungannya yang mengkhawatirkan dan apa yang akan terjadi pada kita.

Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan informasi yang terungkap melalui penelitian spiritual tentang:

  • Kekuatan-kekuatan spiritual yang mendalangi peristiwa-peristiwa di seluruh dunia dan di zaman yang akan datang.
  • Langkah-langkah yang dapat diambil oleh manusia untuk meminimalkan dampak dari peristiwa-peristiwa ini

Untuk sebagian dari kita, karena tidak adanya pemahaman tentang dunia spiritual, artikel ini mungkin terlihat fiktif atau hampir seperti sebuah dongeng. Kami telah mencoba untuk seobjektif mungkin dalam menceritakan apa yang telah kami lihat melalui indra keenam kami. Bukan juga maksud kami untuk meresahkan masyarakat, tetapi untuk memberi kewaspadaan dan peringatan tentang hal itu. Dengan ini kami memohon kepada masyarakat untuk mengambil waktu sejenak untuk memahami artikel ini dan memulai praktik spiritualnya.

Fakta-fakta di atas telah diperoleh dari Pikiran dan Intelek (Kecerdasan/ Akal budi) Alam Semesta melalui media indrea keenam yang mendalam dari Anjali Gadgil, pencari Tuhan dari Yayasan Penelitian Ilmu Spiritual (SSRF). Informasi ini telah diperiksa oleh Yang Mulia Dr Athavale untuk akurasinya. Seiring dengan artikel ini, kami sarankan agar anda juga membaca artikel kami tentang Pertempuran kebaikan dengan kejahatan.

^Atas

2. Apakah Pertempuran Halus (tak kasat mata) itu?

Kekuatan baik dan jahat telah ada sejak awal Alam Semesta. Kekuatan-kekuatan ini berada terutama di wilayah-wilayah non-fisik/ halus (tak kasat mata) dari Alam Semesta dan mempengaruhi kekuatan-kekuatan positif dan negatif di Bumi hampir sepenuhnya. Dari waktu ke waktu, kekuatan jahat halus/ non-fisik mendapatkan cukup energi spiritual untuk mencoba mendirikan kerajaan iblis di Alam Semesta. Dalam waktu saat ini, keseimbangan kekuasaan antara kekuatan baik dan jahat adalah 70% dan 30% masing-masing. Namun kekuatan jahat di Alam Semesta sekali lagi memperoleh energi spiritual yang cukup untuk mencoba membangun sebuah kerajaan iblis. Perang yang kemudian terjadi dikenal sebagai pertempuran halus/ non-fisik atau Hari Kiamat dan salah satu dampaknya sedang dirasakan di semua wilayah Alam Semesta. Pertempuran ini mulai meletus di wilayah halus pada tahun 1993 dan sebagian kecil dari pertempuran non-fisik itu akan semakin memainkan peranannya di alam Bumi dengan konsekuensi-konsekuensi sangat dahsyat/ malapetaka bagi umat manusia.

Keseriusan dari pertempuran halus/ Non-fisik (Hari Kiamat) ini dan konsekuensi-konsekuensinya terhadap umat manusia berada dalam proporsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Untuk alasan ini, kami namakan artikel ini Hari Kiamat, yang berarti konflik dengan proporsi malapetaka antara baik dan jahat. Hasil dari pertempuran adalah kekalahan akan kekuatan negatif dan pembentukan era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia di Alam Semesta dan di Bumi. Era menghidupkan dan menyalakan kembali cahaya Spiritualitas dalam umat manusia di Bumi tersebut akan berlangsung selama sekitar seribu tahun. Kami telah menjelaskan fitur-fitur penting dari era menghidupkan dan menyalakan kembali cahaya Spiritualitas umat manusia di bagian bawah dari artikel ini.

3. Prinsip di balik pertempuran halus/ non-fisik (tak kasat mata) Hari Kiamat

Kebanyakan dari kita tidak menyadari akan fakta bahwa banyak peristiwa di Bumi, yang mempengaruhi kita pada tingkat perorangan atau kelompok, memiliki akar permasalahan di alam spiritual. Mari kita ambil contoh dari meningkatnya bencana-bencana alam baru-baru ini.

Faktor kontribusi utama terhadap kecenderungan meningkatnya bencana alam bersifat spiritual. Faktor-faktor fisik seperti gas rumah kaca hanya mengkontribusikan 30% terhadap akar permasalahan dari bencana alam. Dengan kata lain, pemerintah –pemerintah dunia dan organisasi-organisasi non-pemerintah (NGO) yang memprakarsai kepatuhan masyarakat internasional terhadap protokol Kyoto, meskipun sangat terpuji, sebaik-baiknya hanya menyelesaikan sebagian kecil dari akar permasalahan di atas. Upaya-upaya untuk memperbaiki permasalahan tersebut, yang sebagian besar dilakukan hanya pada tingkatan fisik dan mental tanpa memperhitungkan alam spiritual, menjadi upaya yang ceroboh dan tidak efisien.

Satu faktor spiritual paling penting yang berkontribusi pada munculnya bencana-bencana alam, terorisme dan pergolakan politik adalah meningkatnya komponen-komponen dasar halus/ non-fisik raja dan tama. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh:

  • Meningkatnya aktivitas hantu – hantu(iblis, setan, energi-energi negatif, dll) dalam waktu saat ini
  • Masyarakat yang sangat materialistis bersamaan dengan hampir tidak adanya praktik spiritual

Seluruh dunia ibaratnya seperti sebuah boneka di tangan kekuatan-kekuatan positif dan negatif dari alam halus (tak kasat mata). Orang baik bertindak sesuai dengan kehendak Tuhan, sedangkan orang jahat adalah boneka-boneka di tangan hantu –hantu (iblis, setan, energy-energi negatif, dll). Orang-orang baik di Bumi tidak akan dapat hidup dalam damai kecuali hantu-hantu dilumpuhkan. Seseorang dengan energi spiritual lebih rendah yang tidak selalu baik atau jahat, mudah dipengaruhi dan dikendalikan oleh hantu/ iblis. Akibatnya, mereka berada di bawah kendali hantu –hantu dan memberikan kontribusi pada meningkatnya raja dan tama. Bagaimanapun juga, mereka terjebak dalam baku tembak antara kekuatan-kekuatan yang baik dan jahat.

Penyebab utama lainnya dalam meningkatnya raja dan tama adalah keadaan masyarakat berkaitan dengan Kebenaran/ Kebajikan. Menurut seorang Saint/ Orang Suci yang telah berevolusi, Adi Shankaracharya dari India (Abad ke-8-9 SM), Kebenaran (Dharma) adalah yang menyelesaikan tiga tugas:

  1. Menjaga sistem sosial dalam kondisi yang sangat baik
  2. Membawa tentang kemajuan duniawi dari setiap makhluk hidup
  3. Serta menyebabkan kemajuan dalam alam spiritual

Kemajuan spiritual dikatakan terjadi hanya ketika praktik spiritual dilakukan sesuai dengan ke enam prinsip-prinsip dasar dari praktik spiritual. Lebih sering daripada tidak, masyarakat-masyarakat dunia telah gagal memenuhi ketiga kondisi tersebut di atas. Unsur-unsur negatif dalam masyarakat secara signifikan meningkatkan penggerogotan busuk ke dalam struktur masyarakat.

^Atas

4. Tingkat keparahan dari pertempuran Hari Kiamat

Tanpa diketahui kebanyakan orang, Alam Semesta berada di tengah-tengah pertempuran non-fisik (halus/ tak kasat mata) dengan proporsi yang dahsyat. Sebagian besar ‘Hari Kiamat’ ini akan diperjuangkan di alam-alam halus. Pertempuran dalam dunia fisik, yaitu di Bumi, juga sebagian besar terjadi dalam dimensi halus/ non-fisik. Oleh karena itu, kesadaran tentang kejadian tersebut terbatas hanya untuk mereka yang merupakan orang-orang di bumi dengan tingkat evolusi spiritual yang sangat tinggi.

Hanya sebagian kecil dari ‘Hari kiamat’ akan dialami di Bumi. Tapi bagian kecil ini sendiri akan menjadi malapetaka dan penyebab dari pemusnahan massal. Kita akan menyaksikan secara fisik sebagian kecil dari ‘Hari Kiamat’ dalam bentuk pelepasan dari kekuatan-kekuatan alam dan Perang Dunia 3 dimana senjata pemusnah massal akan digunakan. Peningkatan bencana-bencana alam seperti banjir, gempa bumi dan gunung berapi disebabkan terutama karena kenaikan raja dan tama didorong oleh kejahatan di Bumi. Orang-orang yang memicu Perang Dunia 3 akan berada di bawah kendali hantu-hantu (iblis, setan, energi negatif, dll).

Intensity of battle of armageddon and world war 3

Grafik di atas memberikan kita pemahaman tentang skala dari pertempuran. Jika kita mempertimbangkan tingkat keparahan Perang Dunia ke 1 (yaitu gabungan dari unsur –unsur fisik dan halus/ non-fisik yang terlibat) sebagai 1 unit, maka tingkat keparahan dari pertempuran sekarang ini adalah 5 unit pada tahap awalnya (yaitu pada tahun 1993) . Semua bencana besar dan kegiatan-kegiatan teroris beberapa tahun terakhir ini merupakan tanda-tanda penunjuk yang berkaitan langsung dengan pertempuran halus/ non-fisik seperti yang dijelaskan di atas. Hantu-hantu (iblis, setan, energi negatif, dll) merasuki individu-individu yang memiliki mentalitas untuk merugikan masyarakat dan melakukan kegiatan-kegiatan terorisme melalui mereka, yang ditujukan pada umat manusia. Fakta bahwa tingkat keparahan dari pertempuran ini akan meningkat terus menerus hingga mencapai 44 unit pada tahun 2017, memberikan indikasi tingkat keparahan dari pertempuran. Intensitas ini kemudian akan turun dengan cepat ke 1 unit pada tahun 2025.

^Atas

5. Siapa sajakah kekuatan-kekuatan baik yang berjuang dalam pertempuran Hari Kiamat ini?

1993: Dalam pertempuran ‘Hari Kiamat’ yang kemudian terjadi, kekuatan-kekuatan baik dipimpin oleh Seorang Guru Paraatpar (pembimbing spiritual yang telah berevolusi di atas tingkat spiritual 90%) yang hidup di alam Bumi. Pada awal pertempuran pada tahun 1993, hanya Guru Paraatpar dan beberapa pencari Tuhan yang berjuang dalam pertempuran.

Partisipasi mereka sepenuhnya berada di tingkat halus/ non-fisik (tak kasat mata), di mana semua partisipan hanya bertindak secara otomatis sesuai keinginan Tuhan tanpa menyadari bahwa tindakan mereka merupakan bagian dari pertempuran Hari Kiamat. Dengan demikian, semua peserta tidak sadar akan keterlibatan mereka pada tingkatan fisik dalam pertempuran tersebut. Berbagai tindakan dalam pertempuran, terjadi melalui partisipan secara otomatis sesuai dengan kehendak Tuhan, di mana pertempuran tersebut sebagian besar terjadi pada tingkat non-fisik dan pada batas tertentu pada dimensi fisik/ nyata, seperti tindakan-tindakan untuk penyebaran Spiritualitas.

2003: Sampai tahun 2003, jumlah pencari-pencari Tuhan yang mendampingi pembimbing spiritual yang telah berevolusi dalam perjuangan naik menjadi 35. Peran mereka sebagian besar adalah menerapkan kehendak Tuhan dalam dimensi nyata. Kekuatan-kekuatan baik semakin meningkat dalam kuantitas dan kualitas sehubungan semakin intensifnya pertempuran halus/ non-fisik. Pertempuran di alam halus diperjuangkan murni dengan kekuatan spiritual dan tidak memiliki unsur fisik.

2004: Dari tahun 2004 dan seterusnya, tingkat keparahan dari kekuatan-kekuatan jahat dan konsekuensi akibat dari ‘Hari Kiamat’ meningkat jauh. Oleh karena itu, kekuatan-kekuatan positif dari wilayah halus/ non-fisik Surga bergabung dalam pertempuran. Mereka membantu melalui berbagai wujud, mulai dari partikel-partikel Ilahi berwarna kuning dan berkembang ke partikel kesadaran Ilahi, frekuensi-frekuensi cahaya dan frekuensi-frekuensi warna dewa-dewi untuk melawan kekuatan-kekuatan negatif. Perubahan yang progresif dalam wujud energi-energi positif pada dasarnya menandakan bahwa kekuatan-kekuatan dari Surga yang bergabung dalam pertempuran menjadi semakin halus, sehingga kekuatan-kekuatan baik menjadi lebih digdaya.

2008: Di tahun 2008, ketika tingkat keparahan Hari Kiamat meningkat lebih lanjut, kekuatan-kekuatan dari Surga terbukti tidak cukup dan karenanya partisipasi mereka akan berhenti.

2009 – 2013: Pada tahun 2009, dua makhluk yang telah berevolusi secara spiritual dari wilayah halus/ non-fisik Maharlok (suatu wilayah yang lebih tinggi di Alam Semesta) juga akan bergabung dalam pertempuran. Saat itu sekitar 400 pencari – pencari Tuhan akan berjuang bersama Guru Paraatpar. Pada tahun 2010, makhluk ketiga dari Maharlok akan bergabung dalam pertempuran. Keikutsertaan makhluk-makhluk yang telah berevolusi tersebut akan berada dalam bentuk partikel-partikel Ilahi dan kemudian berkembang ke frekuensi-frekuensi halus/ non-fisik, sinar-sinar halus, frekuensi-frekuensi keTuhanan dan konstelasi-konstelasi halus cemerlang di tahun 2013. Dengan kata lain, bantuan dari Tuhan akan semakin halus dan kuat.

2014 – 2018: Ketika pertempuran halus/ non-fisik menguat secara intensif ke 38 unit pada tahun 2014, pencari-pencari Tuhan yang bertempur secara halus (tak kasat mata) dalam pertempuran ‘Hari Kiamat’ tidak akan bisa berpartisipasi lebih lama lagi karena pertempuran itu akan berada di luar kemampuan spiritual mereka. Merekapun tidak akan dapat menerima dan mentolerir energi spiritual sangat besar yang diberikan oleh Tuhan untuk memenuhi kebutuhan dari tingkat pertempuran.

Pada tahun 2014, dua makhluk Tuhan yang lebih tinggi dari wilayah berikutnya yaitu Janaloka (suatu wilayah yang lebih tinggi di Alam Semesta) akan bergabung dalam pertempuran halus tersebut. Partisipasi mereka akan berada dalam bentuk partikel-partikel Ilahi dan kemudian berkembang ke frekuensi-frekuensi halus, kobaran api-api halus/ non-fisik, aura-aura cahaya hingga ke frekuensi-frekuensi cahaya pada tahun 2018

2019: Selama beberapa tahun ke depan, ketika ‘Hari Kiamat’ mencapai puncaknya di tahun 2019,  terdapat 25 makhluk Tuhan dari wilayahTapolok (suatu wilayah yang lebih tinggi di Alam Semesta) yang akan bergabung dalam pertempuran melawan kekuatan-kekuatan jahat dari wilayah ke 7 Neraka. Setelah itu jumlah makhluk Tuhan tersebut secara bertahap akan berkurang karena pada tahap itu banyak Saints/ Orang-orang Suci di Bumi sendiri akan telah berevolusi.

Meskipun adanya penurunan dalam tingkat keparahan pertempuran dari 44 unit pada tahun 2017 sampai ke 30 unit di 2019, jumlah makhluk Tuhan yang berpartisipasi dalam pertempuran akan berjumlah 25 di tahun 2019, dibandingkan dengan hanya 10 pada tahun 2017. Hal ini karena di tahun 2019 di samping pekerjaan menghancurkan kekuatan-kekuatan jahat negatif, pekerjaan positif untuk pembentukan era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia juga perlu untuk dilakukan. Untuk alasan yang sama, setelah periode ini partikel-partikel dari Satyaloka (suatu daerah yang lebih tinggi di Alam Semesta) akan mulai muncul.

2021: Di tahun 2021, pembentukan era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas dalam umat manusia akan dimulai. Pada tahun 2023, akan ada kedatangan partikel-partikel dari Satyaloka, yang merupakan wilayah paling halus dan murni dari 14 wilayah-wilayah halus/ non-fisik utama di Alam Semesta.

2024: Dari tahun 2024 dan seterusnya, partisipasi dari wilayah-wilayah positif halus/ non-fisik akan berhenti karena tidak akan lagi diperlukan.

^Atas

6. Konsekuensi-konsekuensi dari pertempuran Hari Kiamat

Pertempuran ‘Hari Kiamat’ yang sedang diperjuangkan sebagian besar terjadi di alam halus/ non-fisik. Namun, pertempuran ini memberikan dampak buruk pada dunia meskipun sebagian besar terjadi pada tingkat tak berwujud. Konsekuensi-konsekuensi dari perang halus/ non-fisik ini terutama berada dalam bentuk benih-benih yang ditaburkan untuk kemerosotan dunia lebih lanjut secara cepat dan bertahap dalam berbagai tingkatan. Kemerosotan ini bekerja dalam dua cara:

  • Dengan mengurangi sattvikta di dunia secara keseluruhan.
  • Dengan meningkatkan cengkraman kekuatan-kekuatan jahat pada umat manusia.

Tahapan-tahapan utama Hari Kiamat dijelaskan sebagai berikut:

Stages of Armageddon 1993-2025

Sejak tahun 1993, hantu-hantu (iblis, setan, energy-energi negatif, dll) mulai menabur benih untuk kerusakan masyarakat dan mempercepat kejahatan/ ketidakbenaran. Dalam kebanyakan kasus, dunia telah menentukan proses kerusakan pada tempatnya. Hal ini disebabkan oleh peningkatan sifat materialistik manusia dan bekurangnya Kebajikan/ Kebenaran. Dibantu oleh hantu-hantu, penurunan itu dipercepat dengan intensitas dan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Seiring waktu benih-benih ini akan berakar dan meningkatkan pembusukan di masyarakat. Sehubungan masyarakat menjadi semakin lalim, mereka akan dipermainkan/ jatuh tepat ke tangan hantu-hantu (iblis, setan, energi negatif, dll) dan meningkatkan raja dan tamadi lingkungan. Peningkatan raja dan tama ini akan menyebabkan ketidak stabilan dunia seperti yang kita ketahui. Ini akan berujung pada bencana-bencana alam dan Perang Dunia 3.

Berikut ini adalah contoh dari beberapa mekanisme yang telah digerakkan oleh hantu-hantu (setan, setan, energi negatif, dll). Grafik juga memberikan peristiwa-peristiwa lainnya yang akan terjadi hingga menjelang pembentukan era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia.

Tahun

Peristiwa

2000

Benih pertengkaran-pertengkaran domestik yang kuat ditanamkan dalam masyarakat

2001

Benih peningkatan unsur-unsur anti sosial dalam masyarakat

2002

Benih peningkatan malpraktik di tempat ibadah yang mempercepat peningkatan raja dan tama. Tempat ibadah berkontribusi pada komponen sattva dalam masyarakat. Ketika terjadi malpraktik di tempat ibadah, sattvikta akan berkruang dan dengan demikian membantu peningkatan raja dan tama dalam masyarakat.

2006

Benih awal dari perusakan tempat-tempat ibadah

2011

Benih dari langkah-langkah teroris di bawah pengaruh hantu-hantu untuk menghancurkan organisasi-organisasi spiritual

2014

Tingginya kejadian dari bencana-bencana alam

2015

Malapetaka akibat bajir dan meletusnya gunung berapi

2016

Sebuah gempa bumi dashyat di Pakistan

2017

Negara-negara di Timur Tengah menjadi rata dengan tanah dalam ledakan-ledakan bom

2018

Amerika, Cina dan Jepang dilanda perang dan mengalami kerugian jumlah jiwa tak terhitung yang belum pernah terjadi sebelumnya.

2019

Hilangnya supremasi para politisi dan desakan umat manusia agar Saints (Orang-orang Suci) menyelamatkan mereka

2020

Penurunan pada proses yang merusak dan mendominasinya partikel-partikel kesadaran Tuhan dalam lingkungan

2021

Benih dari waktu yang kondusif dan mendukung untuk pembentukan era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia

2022

Rasa senang dan antusiasme di lingkungan

2023

Ketentraman dalam lingkungan

2024

Ketentraman internal (dalam) dan eksternal (luar) dalam hidup

2025

Benih dari meningkatnya praktik spiritual dan perjalanan spiritual menuju kesadaran  Tuhan oleh para pencari Tuhan. Dimulainya era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia.

^Atas

Catatan: Pada tingkat dunia berjalan saat ini:

  • Probabilitas bencana ini dapat dihindari adalah 1%
  • Intensitas dapat bervariasi + / – 10%
  • Waktu kejadian mungkin bervariasi + / – 10% dalam jangka waktu 25 tahun secara keseluruhan.

6.1 Perang Dunia 3

Perang Dunia Ketiga akan dimulai pada tahun 2010 dan berlanjut selama sekitar 9 tahun sampai tahun 2019. Perang yang akan diperjuangkan dalam jangka waktu tersebut akan saling berhubungan satu dengan lainnya. Namun hal itu mungkin tidak mudah terlihat kepada dunia. Menjelang akhir periode ini, senjata pemusnah massal akan digunakan. Perang tersebut akan memakan banyak korban jiwa yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana sekitar 1/3 dari populasi akan binasa dan 1/3 lagi akan mengalami penderitaan. Beberapa negara akan terkena dampak lebih besar dari yang lainnya. Seperti kita ketahui, di dunia yang sangat saling berhubungan ini semua negara akan terkena dampaknya. Perang Dunia Ketiga akan dipicu terutama akibat fanatisme agama. Hantu-hantu dan kekuatan-kekuatan negatif akan menggunakan kelemahan ini pada manusia, untuk mendorong mereka melewati batas.

Dalam ketiga perang, dunia hantu-hantu dari wilayah Neraka yang semakin tinggi berada di balik keinginan manusia untuk memusnahkan satu sama lain.

  • Perang Dunia 1: Penyihir dari wilayah ke-2 Neraka.
  • Perang Dunia 2: Penyihir, terutama dari wilayah ke-3 Neraka, mengambil bagian dalam mengatur Perang Dunia II. Hitler misalnya, sepanjang masa kekuasaannya dirasuki oleh penyihir dari wilayah ke-5 Neraka. Hal ini juga merupkan alasan dari kemunculan dramatisnya dalam  berkuasa. Sepanjang pemerintahannya, penyihir tersebut sepenuhnya termanifestasi/ terwujud dalam dirinya.
  • Perang Dunia 3: Penyihir-penyihir dari wilayah ke-4 neraka akan berada di balik Perang Dunia Ketiga yang akan terjadi di alam fisik yaitu Bumi. Namun dalam pertempuran halus/ non-fisik (tak kasat mata), penyihir-penyihir dari wilayah ke-7 Neraka akan mengambil bagian.

6.2 Peran India dalam Perang Dunia 3 dan pertempuran Hari Kiamat

Sejak zaman dahulu kala, India telah menjadi pusat spiritual dunia. Penelitian spiritual telah mengungkapkan bahwa dalam ‘Hari Kiamat’ yang akan berlangsung, India akan memegang peranan pusat dari pandangan spiritual. Selama berjalannya peperangan, kekuatan-kekuatan negatif akan menghasut negara-negara tetangga untuk menyerang India sehingga menggoyahkan peran penting yang akan ia mainkan. Oleh karena itu, sekitar 50% dari populasi India akan musnah .

7. Dapatkah bencana ini dihindari?

Bencana yang diperkirakan akan terjadi di atas,  terutama disebabkan oleh komponen-komponen dasar halus/ non-fisik raja-tama di dunia yang telah meningkat ke tingkatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana intervensi mendesak oleh Tuhan diperlukan agar dunia dapat dibersihkan supaya dapat berjalan terus dengan damai. Oleh karena itu, jika manusia melakukan suatu usaha agung untuk beradaptasi dengan gaya hidup yang lebih dominan sattva nya, proses pembersihan/ penyucian tersebut tidak akan diperlukan atau terjadi hanya pada batasan yang lebih kecil. Hal ini dapat dicapai jika mayoritas umat manusia memperbaiki gaya hidupnya dengan drastis dan mengurangi kontribusinya kepadaraja-tama.  Hal ini pun dapat menjadi lebih baik dan dilakukan lebih awal, jika orang-orang fokus pada peningkatan komponen dasar halus/ non-fisik sattva. Oleh sebab itu, bencana tersebut hanya dapat dihindari jika orang-orang dengan tulus mulai melakukan praktik spiritualitas. Menjadi penting dalam membuat perbedaan bahwa praktik spiritual yang dilakukan orang-orang tersebut mengambil bentuk yang lebih universal daripada bentuk sektarian.

Praktik spiritual yang sesuai dengan ke enam prinsip-prinsip dasar praktik spiritual merupakan cara yang paling kondusif untuk pertumbuhan spiritual di era saat ini. Agama-agama yang memberitakan bahwa cara mereka adalah satu-satunya cara menuju Tuhan beresiko melanggarenam prinsip-prinsip dasar dari praktik spiritual.

Tergantung dari praktik spiritual kolektif yang kita lakukan dan juga jika beberapa Saints/ Orang-orang Suci yang telah sangat berevolusi mengintervensi peristiwa-peristiwa di atas, tahun dan tingkat keparahan dari peristiwa-peristiwa tersebut dapat berubah sampai batasan tertentu. Para pencari Tuhan yang melalui praktik spiritual mereka telah mencapai tingkat spiritual 60% ke atas akan dilindungi hingga tahap-tahap tertentu.

^Atas

8. Fitur-fitur penting dari era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia

Sisi baik dari pertempuran ‘Hari Kiamat’/ Armageddon adalah umat manusa pada akhirnya akan mengalami kedamaian di Bumi yang akan bertahan selama hampir 1000 tahun. Pertempuran akan menjadi ajang pembersihan spiritual dunia, mempersiapkan orang-orang untuk duniasattvik jenis baru yang secara radikal akan berbeda dari yang lama. Bisa dibilang, ini akan menjadi penggiring Satyayuga mini dalam era utamaKaliyuga. Meskipun era ini tidak akan sebanding dengan sattvikta dari era utama Satyayuga (pada awal alam semesta), periode ini akan menjadi masa pembaharuan spiritual utama bagi umat manusia.

Berikut ini adalah beberapa fitur dari era baru ini, di mana beberapa dari kita akan memiliki hak istimewa untuk diantar ke dalam era tersebut.

  • Tingkat Spiritual: Setelah pengurangan populasi dunia melalui ‘Hari Kiamat’, tingkat rata-rata spiritual dunia akan meningkat menjadi 30% dibandingkan dengan 20% pada saat ini. Kenaikan mendadak 10% dalam tingkat spiritual seluruh penduduk dunia cukup mengejutkan dan mencerminkan besarnya jumlah korban jiwa. Silahkan membaca artikel kami tentang tingkat spiritual, yang memberikan rincian populasi dunia pada saat ini pada tingkat spiritual.
  • Pentingnya dalam hidup: Tingkat kepentingan yang tinggi akan diberikan kepada pengetahuan dan kedewasaan spiritual dalam menilai kemampuan seseorang. Tujuan hidup orang-orang akan menjadi condong ke arah pertumbuhan spiritual untuk mencapai kesadaran Tuhan. Kepentingan akan diberikan kepada kekuatan spiritual daripada fisik atau intelektual. Dengan demikian, kemajuan tidak akan diukur dalam hal harta kekayaan. Pandangan tentang kekayaan akan berubah. Pandangan Ini akan dilihat murni sebagai sebuah sarana dan bukan tujuan itu sendiri.
  • Sistem Pemerintahan: Demokrasi akan kehilangan statusnya sebagai jenis sistem pemerintahan yang disukai. Di India misalnya, sebuah kepemimpinan baik hati di bawah bimbingan Saint (Orang Suci) akan membentuk pemerintahan. Modus operandi dari kepemimpinan akan sejalan dengan Kebenaran/ kebajikan (Dharma). Tidak akan ada kebutuhan untuk melaksanakan pemilu. Panduan orang suci dari pemerintahan secara transparan akan menunjuk para pemimpin. Dunia lain yang frustrasi dengan gagalnya eksperimen pada komunisme, kediktatoran dan demokrasi akan melihat contoh dari India tersebut dan mencoba untuk menerapkan pemerintahan jenis baru ini sejauh yang mungkin mereka lakukan.
  • Kedekatan: Akan ada persatuan di antara semua bangsa. Orang akan merasakan kedekatan yang tulus dengan budaya-budaya dan bangsa-bangsa lainnya. Hal ini akan bersumber dari kedewasaan spiritual dari penduduk dunia. Kedekatan tersebut akan menjadi dasar suatu pemahaman spiritual alami akan kesatuan pada seluruh umat manusia
  • Pendidikan: Sistem pendidikan akan mencakup ilmu pengetahuan Spiritual dan aturan Kebenaran/ kebajikan dalam kurikulum mereka. Ilmu pengetahuan modern akan berubah untuk mempertimbangkan dimensi spiritual.
  • Ilmu kedokteran: Ilmu kedokteran akan ditulis ulang. Mereka sekarang akan memasukkan dimensi spiritual dalam menganalisis akar penyebab masalah. Ayurveda akan diterima secara umum di dunia barat. Sikap dan pandangan-pandangan orang yang berpraktik kedokteran akan berubah. Misalnya, mereka akan mulai mempertanyakan apakah pasien secara spiritual pantas menerima transplantasi organ atau bypass jantung? Apa yang akan orang lakukan dengan keringanan/ perpanjangan hidup yang diberikan kepadanya oleh sebuah operasi yang sukses?Apakah dia akan menyia-nyiakan tahun-tahun tambahan yang dia miliki dengan menonton televisi, obrolan-obrolantanpa tujuan, pesta dll? Bahkan setelah mendapatkan perpanjangan orang jarang memikirkan memanfaatkan hidup untuk merealisasikan Tuhan (tujuan dasar kehidupan). Dengan kata lain mereka akan dianggap sebagai peningkat beban di Bumi. Jika seseorang membutuhkan perpanjangan umur untuk praktik spiritual, Tuhan memberikan secara otomatis.
  • Sistem hukum/ Peradilan: Sistem-sistem dan proses-proses Hukum akan berubah secara dramatis. Sekarang kita memiliki pengadilan hukum, nantinya kita akan memiliki pengadilan keadilan. Tidak akan ada kebutuhan untuk pengacara-pengacara karena hakim-hakim akan berevolusi secara spiritual dan akan dapat secara intuisi/ lahiriah merasakan kebenaran dalam masalah yang dihadapi. Indra keenam (ESP) mereka yang sangat mendalam akan memungkinkan mereka untuk melihat dengan jelas siapa yang berbohong dan siapa yang mengatakan sebenarnya. Singkatnya, keadilan akan ditegakkan secara langsung dan tanpa menghabiskan satu sen pun.
  • Seni: Seniman-seniman (artis) tidak akan melakukan seni demi kepentingan seni, tetapi sebagai praktik spiritual untuk lebih dekat dan membawa orang-orang lain dekat dengan Tuhan.
  • Keamanan: Karena negara berasaskan Kebenaran/ Kebajikan adalah ciptaan Tuhan, hanya Tuhan yang mengurus keamanannya. Ini berarti bahwa Tuhan sendiri menuntun para pemimpin tentang langkah yang tepat untuk dilakukan.
  • Lingkungan: Alam sangat dipengaruhi oleh tindakan-tindakan manusia. Ketika manusia menjadi semakin sattvik melalui praktik spiritual alam secara otomatis menjadi kondusif untuk manusia. Akan ada pengurangan menyeluruh dalam fenomena cuaca aneh yang kita alami di masa saat ini.
  • Keluarga Berencana: Pemerintah tidak perlu melakukan kebijakan keluarga berencana. Akan ada kepatuhan otomatis pada keluarga berencana dalam masyarakat. Tulisan Veda suci juga menganjurkan anak tunggal tetapi bukan karena takut akan kelangkaan makanan dll, tapi untuk memberi kesan pentingnya kontrol pada nafsu birahi untuk maju secara spiritual.

8.1 Pentingnya era kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia

Untuk umat manusia ini akan menjadi era terakhir dari kembali menghidupkan dan menyalakan cahaya Spiritualitas pada umat manusia sampai akhir era saat ini dan yang terakhir dari Alam semesta (Kaliyuga). Manusia harus mencukupi dengan pemahaman spiritualyang akan diperoleh dari seribu tahun ini. Setelah itu manusia akan terjun lagi ke dalam pusaran negatif sampai akhir Kaliyuga.

Kita hidup di zaman yang sangat penting – di tengah perubahan sebuah era. Doa kami adalah bahwa para pencari-pencari Tuhan di dunia ini merenungkan informasi ini. Kita harus ingat bahwa dengan praktik spiritual intensif sesuai dengan enam hukum-hukum dasar dari praktik spiritual kita dapat mengurangi intensitas hari Kiamat.

Link-link terkait

  • Apakah ke enam prinsip-prinsip dasar praktik spiritual?
  • Bagaimanakan Saya dapat memulai perjalanan spiritual saya (praktik spiritual)?
  • Apakah ke 3 komponen-komponen dasar halus sattvaraja dan tama?
  • Pertempuran Kebaikan dengan Kejahatan
  • Apakah tingkat spiritual dan apakah perincian populasi dunia saat ini menurut tingkat spiritual?
  • Siapakah Saint (Orang Suci) itu?
  • Siapakah Guru itu?
  • Apakah alasan di balik peningkatan dalam bencana-bencana alam?

Artikel-artikel terkait dari Blog SSRF:

  • Blog: Prediksi seorang pencari Tuhan mengenai waktu yang akan datang

Thanks To: Spiritual Research Foundation and SSRF

7 thoughts on “Perang Dunia 3 mulai Mendekat?

Please.. I Need Your Comment

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s